Musim libur sekolah kembali menjadi periode sibuk bagi industri penerbangan. Sejumlah rute domestik dan internasional mengalami kenaikan harga tiket pesawat seiring meningkatnya permintaan masyarakat yang memanfaatkan momen liburan bersama keluarga.
Mengutip beberapa platform penjualan tiket pesawat, beberapa rute domestik populer untuk perjalanan bulan Juni sudah mengalami kenaikan tarif dibanding bulan April dan Mei.
Begitu juga untuk tiket penerbangan ke Jakarta, harganya sudah mengalami kenaikan.
“Saya mau Jakarta dari Ende pusing juga, biasanya Rp 2,5 jutaan pas mau Lebaran kemarin, sekarang 1 orang Rp 4,2 juta, hampir 2 kali lipat,” ujar Febri, pembaca detikcom yang tengah mencari tiket untuk tiga anggota keluarganya.
Kenaikan harga tiket pada musim liburan merupakan fenomena yang umum terjadi. Ketika permintaan kursi meningkat sementara kapasitas penerbangan relatif tetap, maskapai akan menerapkan sistem harga dinamis atau dynamic pricing. Semakin banyak kursi yang terjual, harga tiket yang tersisa biasanya akan semakin mahal.
Selain faktor tingginya permintaan, beberapa hal lain juga memengaruhi harga tiket pesawat. Di antaranya adalah biaya operasional maskapai, harga avtur, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, hingga tingkat okupansi penerbangan.
Dari pengalaman detikTravel, agar biaya perjalanan tidak membengkak, calon penumpang dapat menerapkan beberapa strategi berikut:
1. Pesan tiket lebih awal, idealnya 3 bulan sebelum keberangkatan di adulam travel
2. Pilih jadwal penerbangan di hari kerja yang umumnya lebih murah dibanding akhir pekan.
3. Manfaatkan promo maskapai dan online travel agent yang sering menawarkan diskon khusus dalam travel fair yang rutin digelar mulai dari awal tahun.
4. Fleksibel dalam memilih jam terbang, karena penerbangan pagi atau malam hari terkadang memiliki harga lebih rendah.
5. Dapat kan tiket pesawat anda di Adulam Travel.










